Pages

2.10.11

Yang Lucu Adalah.. salah..

Yang lucu adalah:

- Dulu ketika masih manis berdua dengan si lelaki maman ini, heran benar saya jika di televisi lihat selebriti putus cinta atau bercerai dengan pasangannya. Yang membuat heran adalah bagaimana mereka, sepasang manusia, yang pernah memutuskan hidup bersama dan berbagi sayang, di suatu titik bisa saling membenci. Terutama mereka yang usia kebersamaannya telah menginjak tahun. Tidak habis pikir saja, betapa mereka telah membuang tahunan waktu hidup mereka untuk bersama orang yang salah. Apa mereka gagal menahan rasa sayang yang dulu mereka nikmati bersama? Apa mereka menyerah memulangkan hal-hal manis yang pernah mereka punya? Apa mereka tak mampu 'melobi' Tuhan dengan mengenang semua yang pernah mereka lewati? Saya hanya heran.

- Kini ketika hubungan telah dibubarkan si lelaki maman ini, saya justru heran jika di kehidupan nyata melihat begitu banyak pasangan yang mampu bertahan untuk jatuh cinta pada orang yang sama hingga bertahun-tahun lamanya. Lepas dari pertimbangan apakah itu dengan orang yang salah atau tidak. Namun kemauan dan kemampuan mereka memertahankan rasa sayang itu untuk tidak pergi, menunjukkan betapa mereka memang atas ijin Tuhan akan terus memiliki hingga entah kapan. Saya tak sebatas salut. Lebih dari itu, jujur saja pada mereka saya iri. Merupakan fenomena luar biasa, bagaimana Tuhan memertemukan dua orang dari kehidupan yang berbeda, agar kemudian dianugrahi rasa sayang yang lalu mereka pertahankan di atas janji yang saling mereka ucapkan.

Lantas ini membawa saya pada pemikiran, 'berarti kemarin kami tidak cukup direstui Tuhan', 'berarti kami memang orang yang salah bagi kami masing-masing', 'berarti segala kesamaan kami yang kami kagumi selama ini bukan apa-apa'. Ya, kami memang memiliki sangat banyak kesamaan. Yang beberapa waktu sempat buat kami di saat hanya berdua merasa nyaman. Yang bahkan kami duga merupakan pertanda dari Tuhan, bahwa nantinya kami akan ditakdirkan untuk bersama. Yang ternyata setelah semua ini berlalu, kami sadar bahwa kami hanyalah orang-orang yang salah.

No comments:

Post a Comment