Lama kelamaan saya rasa saya puas dengan hidup saya. Saya rasa ini hidup normal yang saya punya. Bahkan setelah bilahari untuk pertama kali saya diputus cinta.
Jujur saja, bagi saya justru hal itu lah yang melengkapi hidup saya. Betapa hingga dekade kedua saya di bumi hanya mampu bertanya-tanya bagaimana rasanya. Rasa jatuh cinta dan dijatuhi cinta, rasa kangen dan dikangeni, rasa nyaman dan membuat nyaman, rasa bingung dan dibuat bingung, rasa kecewa mengecewai, sampai rasa remuk termangsa cinta sendiri.
Puas tidak, sesal pun percuma. Hidup saya terlalu cantik untuk menahan diri di kubangan kecewa. Sebab saya cukup dewasa untuk melihat kemarin, menyikapi hari ini, dan menantang esok pagi. Bahwa apapun terjadi kemarin adalah sejarah untuk saya pelajari, usah diungkit toh tidak akan pernah kembali. Bahwa hari ini atas restu Tuhan masih dalam pengusahaan saya segala yang terjadi, dan saya jadikan semua indah hingga menutup mata malam nanti. Bahwa besok pagi masih suci, satu yang pasti saya akan menjadikannya lebih cantik dari hari ini.
Ah, betapa puas saya atas hidup ini. Meski tak sempurna pasti, namun bagaimana saya bisa memandang hal dengan baik membuat segala sesuatu terasa cantik. Betapa tidak, sekarang saya bisa bercerita tentang 'mantan', sedang dulu tidak bisa. Jangan hentikan kepuasan ini, Tuhan. Sungguh Maha Baik Kau ajarkan saya berterimakasih padaMu atas hidup yang normal ini.
No comments:
Post a Comment