Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
Bukan sekadar silaturahmi, tapi pulang dari bunbin Ragunan saya bawa banyak oleh" cerita. Antara senang dan gamang setelah siang tadi mampir sana. Dari pengalaman disambit siamang kulit pepaya, dikedipin elang botak, sampe dicuekin dagang pecel (lho?). Tapi salah satu yang paling 'miris' sekaligus kocak, adalah yang akan anda baca di bawah paragraf ini. Unyu.. :3
Yaa.. orang tua memboyong rombongan keluarganya ke bunbin biasanya rekreasi dalihnya. Namun, mereka yang punya balita beda lagi urusannya. Supaya buah hati mereka belajar mengenal fauna katanya. Belajar. Benar belajar kah? hahaha..
#adegan 1 --> di tepi kandang orang utan
papa : Wuah! Lihat, nak!! GORILA!!! *heboh
anak : Mana, pah?? *ga kalah heboh
papa : Sini papa gendong. Tuh liat, gede ya gorilanya.. Hahaha.. *innocent
#adegan 2 --> di pinggir kandang singa
anak : Ihh, papa itu apa, pa? *nunjuk singa dari gendongan papanya
papa : Wah, itu apa ya? Oh, HARIMAU! *innocent
anak : Ohh, harimau kayak gitu ya, pa?
papa : Iya, serem yaa.. *sambil berlalu dari kandang singa
#adegan 3 -->
mama : Ini apa nih? Ini apa nih? *berjalan ricuh bersama anak"nya menuju kandang binturong
anak : Wuih, item.. Ini apaan, mah? *penasaran
mama : Wahaha.. berang-berang! Ayo, geser ke kandang sebelah.. *innocent
anak : Oo, berang-berang.. *nurut aja
Lihat?
Ada yang salah? Siapa yang salah? Bagaimana bisa salah?
Kalau mau dirunut dari sejarah pengetahuan para sampel orang tua di atas perkara hewan, bakal rumit jadinya. Tapi ternyata, ya begini ini kenyataannya.
Jangan salahkan anak" lugu itu kalau nanti di sekolah mereka bilang orang utan itu gorila, singa itu harimau, dan binturong itu berang". Jangan salahkan Ragunan yang sudah berusaha memberi tahu lewat papan informasi di tiap kandang hewan. Jangan pula salahkan orang tua mereka yang belum tahu yang benar lantas memberi tahu yang tidak benar pada mereka.
Benar bahwa bunbin adalah media rekreasi sekaligus belajar. Sangat benar pula bahwa orang tua membawa buah hati mereka ke bunbin dengan misi belajar fauna. Tetapi ke-kurangkritis-an para orang tua dan ke-polos-lugu-dungu-an sang anak dengan contoh di atas rasanya ada yang kurang benar. Hm..
Jadi intinya?
Nah, kebetulan saya juga masih gamang untuk menyimpulkan intinya. Menurut anda?
*ditulis: 3 Juni 2011
No comments:
Post a Comment