*ditulis 18 Mei 2014*
Beberapa hari
lalu linimasa sempat berseliweran berita tentang Wanita Berjanggut atau The
Bearded Lady yang menang Eurovision 2014. Pagi ini saya penasaran, dan coba
cari info tentang orang itu.
Nama
panggungnya Conchita Wurst, nama aslinya Thomas Neuwirth. Asal Austria,
kelahiran tahun 1988.
Ternyata
suaranya memang bagus, walaupun bukan favorit saya sih. Aksi panggungnya pun
lumayan lah, apalagi yang dia jual kan penampilan dia. Berjanggut, tapi pakai
gaun dan make up komplit. Rambutnya pun sering digerai, bikin saya iri.
Sambil nonton-nonton videonya di YouTube, akhirnya
saya sampai ke bagian komentar. Sumpah, ini lucu banget. Sebagaimana kebanyakan
kontroversi tentang apapun, perdebatan tentang kemenangan Conchita ini juga
seru banget. Dan pastinya kali ini tentang LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and
Transgender).
Paling kocak
yang ini nih >>>
A: God
please threw a brick and be precise!!! The world is going to hell.
B: You think
asking a deity to throw brick at someone ISN’T a threat? Care to explain?
C: Yes, yes…
Please be sure to hit A.
Orang-orang
yang pro Conchita mengatasnamakan kebebasan LGBT. Sementara yang kontra sudah
pasti yang dibawa agama. Kalaupun bukan bawa agama, ada yang bilang juri
memenangkan Austria cuma supaya dinilai punya empati terhadap kaum LGBT.
Pro: yaa
sudah jelas lah ya. Kalau pro pasti yang dibawa adalah human rights. Bahwa ini
hak semua orang untuk jadi diri masing-masing, bla bla bla, la la la, ye ye ye…
Kontra:
kebanyakan dengan frontal mengatakan ‘disgusting’ atau merasa jijik dengan
penampilan Conchita. Dari pihak ini banyak yang kesannya paham betul masalah
agama. Seolah-olah waktu kitab-kitab agama diturunkan, mereka ikutan diskusi
dan ngedit isinya.
Netral: dari
pihak ini juga lucu. Ada yang sekadar menilai suara dan penampilan Conchita
yang memang bagus, ada juga yang cuma numpang ketawa setelah baca komentar-komentar
yang berantem sebelumnya.
Aside from
all that, ada beberapa kutipan dari Conchita yang membuat saya agak terharu.
Pertama, acceptance speech dia ketika baru menerima trofi Eurovision 2014.
‘This night
is dedicated to anyone who believes in a future of peace and freedom!’
Kedua, waktu
dia diwawancara Graham Norton.
Norton: Why
do you think the beard is such a big deal?
Conchita: Actually..
well.. I know it is something you don’t see every day. But I created this
bearded lady just to show everybody that, it’s so cheesy, but we have only one
life, you know, and you better make it fabulous. And that’s just my own truth.
I feel this stage persona and I feel more comfortable on stage. And besides
that, you know, I’m a member of the gay community. And being a teenager in this
small village wasn’t the funniest thing on earth. So, over the years I tried to
fit in, and I changed myself.. every way you can imagine, I just wanted to be a
part of the game. And then I realized, I create the game.
Ucapan dia
di talkshow itu sekali lagi mengingatkan saya bahwa it is not easy to be
different. I, myself, was born as a member of a majority part of the society. I
never knew how it feels growing up struggling between choices: being yourself
or just try to fit in. Dan menurut saya tindakan yang dilakukan Conchita ini
sangat berani, which I will never dare to do so.
After all,
in the name of human rights, we already have many conflicts in this cruel
world. Benar dan salah selalu berbeda kalau dilihat dari sudut pandang yang
berbeda. I am neutral about this. Jujur, saya pribadi tidak membenci LGBT, tapi
juga tidak sepenuhnya mendukung kaum itu. Sayangnya untuk sebagian orang, pandangan
seperti ini justru dinilai banci. Tidak berani berpendirian. Bahkan bisa
dibilang pembiaran terhadap sesuatu yang salah. Tapi menurut saya justru inilah
pendirian saya. Saya ogah memilih satu pandangan dan mengabaikan pandangan
lainnya. Saya lebih suka melihat dari kedua sisi, berdebat dan bertanya di
dalam kepala sendiri, mencari informasi dan membaca lebih banyak lagi, dan
akhirnya berdamai dengan diri sendiri. I think that’s how I maintain my inner
peace.
So, if the
world is indeed going to hell, why don’t we create a little heaven on earth?
No comments:
Post a Comment